Selasa, 02 Agustus 2011

let's think, smoga Allah tetap membimbing

0 comments
bermain sendu
menikmati gelisah
apakah berguna?

yang lain kebingungan mencari beras
para bapa mengayuh tenaga untuk membeli susu anaknya
berjibaku dengan peluh memenuhi kebutuhan keluarganya
ibu menjaga batin, agar tetap terlihat tersenyum di depan anknya
agar anak tak gundah akan keadaan

bila kita di posisi sang bapa itu,
sempatkah kita berfikir ini?

semua terlalu sembrono di habiskan
waktu kita
muda kita
semangat kita
di habiskan untuk hal yang kurang berguna,
yang aku sebut warna di post sebelum-sebelumnya

tak lebih dari sekedar ketololan.

sedih bertambah ketika cerita dari teman lama
yang ku sebut perkembangan karakter dia sebut nora
yang ku sebut penemuan peran optimal untuk negara adalah hal yang lebay

boro-boro mengajak berfikir untuk berjuang bersama-sama
arti perjuangan bagi dia saja masih tabu ,
hal yang tak lebih dari kudapan tak berbentuk

berbagi adalah pilihanku
dan kemarin aku sempat lupakan
ya Allah maafkan.
maafkan
aku kehilangan
semangat yang itu.
apakah sudah terbebani beberapa kepentingan?
astaghfirullah.

indonesia di tangan saya , teman saya yang sudah memikirkan,
dan teman-teman saya di plosok negeri yang belum sempat di temukan
belum sempat di kenalkan
namun saya percaya, kita memiliki magnet,
suatu hari akan tersatukan atau di satukan

ini biasa saya sebut naik level

dari yang kurang baik menuju lebih baik
Continue reading ...

kebenaran ada di hati . permainan bahasa

0 comments

sering mendengar kata fanatik?
apa yang terbesit di pikiran kita?
berlebih-lebihan, lebay, tidak wajar,
dalam hal apa? agama tentunya

jadi......... kalo agama jangan terlalu mendalam,
yang wajar-wajar saja,
jangan lebay,
udah jangan "fanatik" !

udah belajar agama jangan terlalu..., ntar pemikirannya aneh,
pemikiran dari arab sana jangan di bawa-bawa
pemikiran dari tafsir-tafsir islam jangan di bawa-bawa,
kalo liberal gapapa, orang mau ngerampok negara kita gapapa
soalnya wajar, mangga mau merusak generasi muda bangsa kita juga gapapa ko,terima mereka dengan tangan terbuka, ini kan moderinisasi, jelek juga tak mengapa , yang penting modern, gaul, wajar, dan adem ayem.
sekali lagi ga usah "fanatik" kalo mendalami agama. yang wajar-wajar aja.

weits...
memang fanatik itu seperti apa? horor beneeeer.. (mendalami agama di buat horor)
ada baiknya ilmu dari barat, disiplin, budaaya keilmuan (walaupun peradaban islam pun merupakan peradaban berbasis keilmuan kalo kita melihat sejarah dan bukan hanya menerima yang di cekoki media tentang islam),tapi kudu di saring juga, kudu tetep kritis,  dan sayangnya, kebanyakan tidak kritis, menerima apa adanya, dan lebih di sayangkannya , mereka tau kelemahan kita, jadi menyelipkan budaya-budaya yang buruk.

ayo rada kita simak
"fanatik" , "wajar", "jangan terlalu mendalam".

seolah-olah salah bila  mempelajari agama dengan mendalam, dengan sesuai peruntukannya,adalah salah, tidak wajar

mempelajari agama menjadi sebuah ketakutan di kalangan masyarakat., adanya kekhawatiran..

bukan nya sangat wajar dan merupakan kehrusan untuk memperdalam agama?
mempelajari "how to " untuk mencapai tujuan kita setelah mati?
jadi mengapa di jadikan sanksi?

"wajar saja".. apakah kita menyadari, bagaimana keadaan "sewajarnya" menurut pandangan banyak orang? (di rancang agar banyak org berfikiran demikian)

anak SD wajarnya  menonton spongbob bukannya masuk ke TPA untuk mengikuti program tahfidz quran

anak SMP wajarnya  nyoba-nyoba rokok, dan maen game, bukannya ikutan osis, atau pramuka( anak yang ikutan
osis atau pramuka di anggap cupu)

anak SMP wajarnya udah mulai-mulai pacaran, bukannya ngaji terus,sama latihan pramuka, ntar kuper atuh, ga gaul,

anak SMA wajarnya ikut-ikut band-bandan g jelas (bukan yang berkarya ,saya kagum dengan yang benar-benar berkarya di musik, "tapi ikut-ikutan"), bukannya les bhasa inggris,( kutu buku).

anak SMa yang wjarnya  ikut kongkow-kongkow di cafe, chating, nyekil cewe di fb atau ym, bukannya ikutan PMR yang jelas earning skill , atau ikutan club inggris, apa lagi ikut so' sibuk anak osis . hidup ma nyantei  tong di bawa ribet

anak kuliahan yang kongkow-kongkow menikmati masa muda, masa kuliah  ga akan terulang dua kali,
nanti lagi aja mikirin anak muda bangsa indonesia mau gimana akhirnya , nanti lagi ngurusin ade-ade SMA,
nanti lagi ngebantu ade-ade yang ga ada biaya untuk kuliah, . ga usah ribet.  hidup ma kudu nyantei nyalem.... ( ATTTTANTION ! di bawa santai = kalo ada masalah, jangan panik, kudu tenang. tapi tetep kudu kerja keras !! kerja keras dulu, dan nanti di imbangi dengan hiburan, santei, istirahat, bukan santei2an yang di jadikan judul utama)

"nyantei, kalem" jadi punya arti kata yang berbeda, harusnya positive malah jadii negative.

apakah seperti itu yang "wajar-wajar saja"?
please cuy, teu pisan.


bila kita simak, banyak pisan kata-kata yang jadi sumber ketakutan di "katai" seperti itu, mengerti?
nyalem hirup ma, aduh, kalo kerja keras jadi  so'

ikut ini ikut itu, aktiv, aduh plis lah, masa muda mau di kemanain? ( tanya, mau ke manain? mau sekedar hura-hura? trus nanti tua ngurusin keluarga, kapan manfaat buat orang banyak ?)

ga usah so' idealis, aduh, ia juga ya, idup kan harus nyantei, ikuti arus aja,..


symbol-symbol yang bikin horor di buat , berupa kata-kata, berupa istilah istilah, buat kita horor, atau enggan menyentuhnya,fanatik, idealis, aktiv,  sewajarnya saja, dsb.
padahal itu benar, padahal itu haq', padahal itu baik, namun jadi seolah-olah tidak baik
benar menjadi bias.

media di setir, bikin kasus kasus , bikin kejadian-kejadian, agar di beritakan, dengan kata-kata berita yang sudah di sepakati, dengan kata-kata yang sudah di desain sedemikian rupa, istilah-istilah yang sudah di siapkan untuk di pakai di kejadian-kejadian yang sudah di rencnakan, istilah-istilah agar di cerna dan di pahami oleh banyak orang , menjadi sebuah  opini publik.

permainan bahasa, semua terkena imbasnya, dari obrolan teman-teman saya, semua mengalaminya, dari yang saya lihati d jejaring sosial ,hampir semua mengalaminya,  ini juga sudah saya alami , dan terbawa imbasnya tentunya :)

ini perminan bahasa,

sebagai anak muda, tonggak perubahan, tulang punggung negara
harus lebih kritis

lakukan kebaikan yang kamu yakini,
kebaikan dari kebenaran yang kamu fahami
pegang teguh
jangan peduli apa kata orang
kebenaran itu bisa di nilai dari hati
tinggal kita memilih, menerima hati, atau menerima  badai pemikiran di luar, opini-opini yang bergejolak .

saat kita berdiri teguh di atas nilai yang kita yakini benar,
tetaplah seperti itu,
Allah mencnitai yang istiqamah,
dan orang yang seperti itu tidak akan merugi
di segani lawan, di senangi kawan
dan paling penting, di cintai Allah.


terus berkarya.
untuk kebermanfaatan.

-2 agust 2011
haris rachman

Continue reading ...

Sabtu, 23 Juli 2011

pasrah, minimalisir, kembalikan pada Allah

0 comments
dan ini harus langsung di tuliskan. agar tidak terjadi penumpukan perasaan ataupun aliran negative di pikiran, yang menyebabkan dampak buruk pada tindakan dan suasana di hari esok dan selanjutnya

tentang. bagaimana bila yang engkau harapkan sudah memilih calon yang lain?
hhaha . sempat terpikir? dan bukankah itu sangat mungkin?
tentu saja sangat mungkin

jadi apa yang akan kita lakukan saat calon yang kita inginkan untuk menjadi pendamping kita , dan sudah sangat kita harapkan, mulai dekat , ada aliran listrik yang berbeda saat bertemu dengannya, ternyata sudah memiliki calon pilihannya.
sakit bukan?
berat bukan?
naah.. dan apakah Allah sudah memerintahkan untuk pasrah saja sampai nanti akad yang di tentukan??

mengapa masih sibuk memikirkan hal yang tidak bisa kita rencanakan
mengapa masih mengejar hal yang tidak bisa kita kejar?
jodoh itu milik Allah. apa usaha kita?
memperbaiki diri, dan memantaskan diri.

fitrah manusia untuk memilih seseorang yang jauh lebih baik dari dirinya. dan saat subjek fokus kita tertuju pada apa yang kita inginkan. apa yang terjadi??
harapan berlebihan, dan gelisah menunggu hasilnya
bagaimana bila kita fokus pada apa yang Allah inginkan , dan janjikan?
saat Wanita yang keji akan mendapatkan lelaki yang keji
dan wanita yang baik akan mendapatkan lelaki yang juga baik
 dan harapan tentu pasti tetap ada, namun akan di sodorkan jawaban, sudah pantaskah kita? atau mungkin ada yang lebih pantas di bandigkan dia . kita bisa lebih bijak.

mari berkaca.  apakah yang kita harapkan, sedrajat keshalehannya dengan kita?
perbaiki diri . fokus pada perbaikan diri

kadang kita suka kurang tepat menaruhkan ikhtiar , rizki itu di tangan Allah, jodoh itu di tangan Allah, meminta pada-Nya, berusaha sesuai yang di inginkannya,  tidak melalui jalan yang kita reka-reka sendiri . sudah ada garis takdirnya, saat kita berlari menggapai harapan sesuai dengan jalan yang di tunjukan Allah, atau mengingkari petunjuknya?
akibatnya tinggal di persiapka dan jadi bahan renungan
begitulah manusia. yang terkadang keras kepala, dan menunggu akibatnya



Pasrah itu sebenarnya bukan wacana. seharusnya tindakan nyata.
dan saat hati mulai meronta-ronta?
kembalikan kepada Allah. menjaga hati itu perjuangan. siapa bilang gampang?
dan ujian yang sulit adalah pertanda kita mendapat daratan keberhasilan.
dan bila masih meronta-ronta?
minimalisir, itu yang bisa kita lakukan, atas izin Allah, semua akan berjalan bagaimana dengan seharusnya
asalkan kita kembalikan lagi pada Allah.
dan, jauh lebih baik mengembalikan semuanya kepada Allah. karena manusia terkadang egois menjaga sesuatu yang bisa jadi bukan seharusnya. karena Allah yang memutar balikan hati manusia.
thats the point 
 
23-july-2011. kegelisahan yg aneh
Continue reading ...

Selasa, 28 Juni 2011

juni

0 comments

Ini percikan di bulan juni
Juni 2011

Yah.. begitulah hati
Bahasanya sulit untuk di urai

Jawabanya terbang atau entah tergantung
Yang  pasti tubuh hanya bisa terbaring menatap jwaban
Jawaban yang kehilangan bentuknya,
Hingga aku pun tak bisa menemukan

Berfikir positive adalah mencari aman
Tapi apakah itu jawaban sesungguhnya?
Yang memang di inginkan ?

Bisa saja aku mencari,
Tapi untuk apa?
Bukan kah hanya kamu  yang jadi harapan?
Menuju titik itu?
Titik dimana tak ada halangan untuk mengekspresikannya?

Hati ini bergemuruh, mau berkata namun hanya bisa berguman
Hati yang ini merasa terkekang, namun padahal ini memang tantangan


Benar-benar tantangan,
Hingga  jawabannya tak aku cari untuk temukan
Hanya aku hindari melalui banyak pembenaran

Aku ingin mencari aman,
Tapi kau selalu menekan
Hei, siapa yang menekan?

Sosok impian                                                                                         
Yang tak bisa di gantikan.
Apakah ini bentuk penasaran?
Ini harapan
Apakah ini hanya angan?
Bisa saja,
Angan yang aku gantungkan kepada Tuhan
Allah SWT

Aku sempat berharap ingin kamu menjadi wasillah semangat ku beribadah pada Mu ya Rab..
Dan sampai saat ini pun
Saat jemari mengalun gaduh suara-suara ketikan di atas perangkat ini

Namun itu tidak benar,
Ia bukan?
Ke harusan adalah yang harus aku laksanakan
Dan sepertinya keharusan yang salah berharap seperti itu

Masa itu sudah lewat
Tersenyum,  kamu  sebagai wasillah ketenangan
tinggal kenangan

Tenang?
Tentu saja
Aku ingin berkata
Bahwa memang kamu  yang jadi wasilah ketenangan selama ini
Sejak aku mengenal nama itu
nama pemilik senyum itu
Yang sering aku ucap tanpa suara
Jauh di sini
Di balik kemeja atau batik yang aku pakai
Di balik dada

kisah manusiawi yang memang sulit aku hindarkaan
Saat aku merasakan udara di pagi hari
Menusuk kelelahan lewat pori-pori kulit ini
Menembus kesibukan yang ingin di tolak
Ada scercah harapan
Seonggok kabar
Tentang hari-harinya
Atau balasan dari pesan
Yang menanyakan kesibukannya
Anugerah kenyamanan, saat bisa berbagi cerita
Dengan yang di impikan

Angan?
Ini tetap angan bukan?
Ia aku katakan
Semua rencana adalah angan
Dan Allah yang menentukan

Arggggghhh                                                   
Dan aku selalu mencari pembenaran
Untuk kembali pasrah akan harapan
Menunggu saat memang sudah di takdirkan.
25-26 juni , rentan waktu tulisan ini
25 tertidur, dan awal 26 terbangun kembali,
Sms yang aku gundahkan anehnya berbalas pesan
Mengapa harus seperti itu?
Padahal seharusnya tidak

Seperti saat dengan teman , berdiskusi, berkesimpulan.
Kita mencari-cari celah untuk memenuhi takdir
Padahal takdir yang itu, sudah di tentukan. Pasrah adalah jawaban


Ini percikan di bulan juni.
Saya, dan kita , pejuang, warna perjuangan.

Continue reading ...

Senin, 06 Juni 2011

kita semua Peka

0 comments
di sebuah stasiun,dekat dengan kereta ekonomi di sebelahnya,
"berapaan bu, kaloo pake ayam?" tanya Dinda
"Dua setengah," jawab si ibu itu dengan logat jawa yang kental.
"Hangat?" tanya dinda lagi

"iya masih hangat"
"Ya udah di buat enam ya Bu'e " Riani berkata lembut.
"Alhamdulillah, terima kasih Gusti Pangeran "
       Pendengaran mereka bergerak dalam diam.ke empat anak manusia itu serasa di tusuk hatinya. Rambut si Ibu yang mulai memutih tampak berjatuhan di sela-sela keringatnya. Usianya mungkin sudah enampuluhan, baju kebaya ungunya, tampak lusuh sekali, kulitnya hitam legam pekerja. Kain batiknya tampak kotor. di malam sedingin itu, Si ibu hanya bertelanjang kaki.
         sambil melihat sang ibu yang sedang menyiapkan nasi , Dinda betanya-tanya dengan hatinya,  ya ampun.. ibu setua ini, malam-malam masih mencari rezeki , kemana anaknya?  Dinda tambah tercekat melihat tangan hitam dan kurus itu menyiapkan nasi.
           Riani berdiri terdiam , kakinya terasa kaku, hatinya yang lembut bergejolak, tangannya merinding. Kalimat si ibu tadi membuat hatinya menggigil.
           " Bu'e..kok malam-malam masih jualan?" Riani bertanya sambil memegang bahu sang ibu.
           " Cari makan , Nak. Kalau ndak  jualan nasi , Mbok nda  punya uang."
            " Suaminya kemana Mbok?"
            "Sudah meninggal"
            Riani merasa menesal menaanyakan suami si mbok. Mendengar jawaban itu , hati Genta terasa ada yang menusuk-nusuk. Ia hanya bisa tertunduk dan menyalakan rokoknya. Di antara bayang asap rokok di lihatnya air muka tua yang penuh guratan usia-dalam dan menghitam-sesekali rambut si ibu yang putih jatuh di keningya, Hati Genta terlempar kesana kemari.
            Dia udah terlalu tua untuk semua ini,  batin Genta berjalan pelan sekali, bingung dan nggak  tega . Matanya menatap lampu-lampu kota Yogyakarta di ujung rel kereta.
           " Anak Mbok mana?"
           " sudah sama istrinya .. kalo siang mbecak  disitu," jawab si mbok jujur menunjuk pintu keluar stasiun.
             Sambil membungkus nasi , si Mbok berkata lagi " anak Mbok juga susah . Jadi Mbok harus jual nasi, kalo siang ke pasar, nyari kardus bekas buat mbo jual lagi, "sesekali sikut keriput nya menyeka peluh yang jatuh di keningnya.
           " kalo malam jualan nasi ?" tanya zafran.
           si Mbok menoleh ke zafran dengn wajah lelah. zafran serasa di tampar
           " Mbok sudah juaan dari sore , tapi lagi sepi, belum sampai lima lakuya." tutur si mbok sedih.
         Zafran memainkan ujung relsleting jaketnya. berdiri menatap penjual nasi itu dengan pandangan beribu makna. ada yang mengganjal di hatinya sesaat setelah mendengar jawaban itu. matanya berpindah memandang ubin stasuin yang menguning dengan lampu stasiun yang memantul pendar tidak jelas di mata zafran. ia edarkan pandangannya. jam tua stasuun menunjukan hampi pukul tiga malam . tembok tua statiun dengan cat mulai terkelupas , atap stasiun yang menghitam di sudutnya, seorang tukang beca tua yang membawa kardus ibu muda dengan wajah lelah mengantuk sedang menggendong anaknya yang terdongak tertidur lelap. zafran mengusap mukanya dengan kedua tangannya. mengehela napas panjang selaki. dan melepas sesak.
             "untung anak beli banyak,. Habis ini Mbok mau pulang badan sudah sakit semua, takut besok masuk angin."
         keempat anak manusia tu terdiam mematung, hati mereka bergerak pelan sekali seperti detik jam tua di tembok stasiun."
     " ini nak, enam nasinya. " Mbok penjual itu menyerahkan enam bungkus nasi yang di wadahi kantong plastik merah bekas seadanya.
       DInda langsung jongkok di depan si mbok lalu mengeluarkan selembar uang 50 ribuan yang di lipat rapih. dinda mengenggam tangn si mbok.
 "mbok ini aku ksih lebih ya, buat Mbok. tapi besok janji nggak usah ke pasar cari kardus. mbok tidur aja di rumah, . janji ya mbok" kata dinda pelan
       si mbok melihat uang 50 ribu di tangnya matanya membesar dan mendekatkan genggaman tangannya ke hidungnya " alhamdulillah gusti pangeran.. alhamdulillah "
          RIani mencoba untuk tidak menangis, zafran dan genta terdiam mendengar rasa syukur si mbok. dinda masih berjongkok mematung  memandang si mbok.
           "terimakasih banyak mbok. terimakash banyak " genta memegang bahu si mbok.
   mereka berempat segera berjalan masuk ke kereta , dinda dan riani menyeka mata dengna tisu. di antara malam yang jauh, dingin, dan asing, mereka masih bisa mendengan doa lelas si mbok di telinga mereka.


di kutip dari novel 5 cm


Pemuda, coba tanya hati mu.
masih banyak yg seperti itu. , tak tergerak kah? atau kah ini hanya akan ada di ranah diskusi? tentang kemiskinan, tentang ketidak adilan, tentang hilangnya hak mereka, atau kah hanya bisa teriak-teriak menuntut?
tai semua tuntutan, tak akan di dengar !
tai kalian yang selalu berwacana !
kita harus bergerak.! terkordinasi atau tidak? yang lebih parah, terfikirkan kah atau hanya kuman yang ada di media yang tak kau perhatikan di bandingkan model baru gadget atau bagian-bagian bahan untuk kepuasan modifikasi motor-mobil pemberian orang tua mu.

cukup bodohkah kau hanya terdiam? tak sempatkah memikirkan mengenai kontribusI? masih ego kah membela kepentingan sendiri, memikirkan tentang gue aku  aing dan saya?,

tak terfikirkan kan mereka? yang tak sempat memikirkan jalan keluar kemiskinan, karena mengisi perut pun sudah menguras pikiran dan tenaga , tak mengerti untuk mimpi keluar dari kemiskinan, karena berfikirpun bingung dan hal yang sulit !
        jangan meminta mereka berfikir , itu akan sulit, mengikuti perintah kita untuk mencuci piring lebih enteng dari pada berfikir. bukan merendahkan ! tapi memang sudah seperti itu , masih belum sadar?? mereka tak tak pernah terbayangkan oleh kita, sempatkah berfikir untuk mempunyai anak yang berpendidikan?, anak yang di sekolahkan ke SD padahal gratis? bagi mereka itu tidak penting ! yang penting adalah perut . kita harus menyadarkan. atau tidak membantu memikirkan jalan keluar, berkontribusilah pemuda yang di harapkan namun dianya merasa tak di harapkan.

hei generasi muda ! generasi yang katanya berpendidikan. yang katanya intelek, dan bisa BERFIKIR
sudah kau gunakan otak cerdas mu untuk berfikir ? berfikir tentang MEREKA??

kita punya potensi, namun tersembunyi
kita punya kepekaan, namun tak tersentuh
lihat media
buka mata
generasi muda di beri banyak kesenangan
buat mereka lupa arti perjuangan pahlawan dulu
selalu begitu,
bakat jiwa sosial kita tak terfasilitasi, hingga terlupakan.

aku melihat warna langit jingga,
sepertinya  indah
fatamorgana kah?
agar tumpukan sampah di bawahnya tak terpandang mata

aku melihat api unggun kecil di kelilingi para pemuda
di halaman rumah
hanya di sanakah api mu berkobar?
di lingkup kecil yang terkukung ruang

andai kau bisa melihat dari sini
di tingkat pengetahuan yang lebih banyak
menyelami informasi di bawah permukaan

kemari , lihat lebih luas
pergi ke atas bukit
lihat realita

pemuda kita tak di sadarkan hal-hal seperti ini
di biarkan berkutit di kesenangan , fatamorgana
di buat percaya, dunia berjalan sewajarnya
dirinya lebih penting di bandig MEREKA
agar bangsa kita tetap kecil,
agar bangsa kita tetap terjajah.

bangkit. ada mereka yang menunggu kita
untuk Indonesia,

aku berjuang dengan bendera indonesia, dengan gen muslim dlm pemikiran dan hati
tak perlu kita terbawa isu permusuhan agama
itu di buat sengaja untuk timbulkan perpecahan

aku hanya ingin semua sadar.
yang tau mari berbagi
yang kaya mari memberi
bagikan ilmu mu, bagikan kekayaanmu.

tanah air kita menangis, saat keegoan berjalan di atas tanahnya
dan aku tak bisa tabah, sudah terusik.


beruntung memiliki banyak sahabat dan teman yang mengerti
dan cinta indonesia.
saya harap banyak yang mau tau
kita harap banyak yang mau tau



catatn kecil.
pemuda (ASyabab)
haris rachman

Continue reading ...
 

About

Copyright © Asyabab Design by BTDesigner | Blogger Theme by BTDesigner | Powered by Blogger